Indonesia (Bahasa)

Selamat datang di Situs Web Schneider Electric

Selamat datang di situs web kami.

Anda dapat memilih negara lain untuk melihat produk yang tersedia atau membuka situs web Global untuk informasi perusahaan.

Pilih negara atau wilayah lain

  • Akhirnya! Cara benar dalam menghitung kepadatan daya data center

Default Alternative Text
Dengan mengisolasi dan mendokumentasikan kebutuhan ruang dan kerapatan Anda bisa memastikan kinerja fasilitas dengan baik

Metode historis menentukan kerapatan daya pusat data menggunakan satu angka watt per kaki persegi (atau watt per meter persegi) merupakan prakting yang membingungkan serta membuang energi dan waktu. Namun, ada pendekatan logis yang memungkinkan Anda untuk meningkatkan efisiensi listrik dan menghindari biaya pertama yang berlebihan.

Memahami variabel

Metode penghitungan tradisional menghasilkan pernyataan seperti "2.000 kaki persegi di 1.000 watt per kaki persegi." Pernyataan tersebut memunculkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban. Apa saja yang dimasukkan dalam penghitungan area dan daya? Apa hubungannya dengan jumlah kabinet dan perangkat TI? Berapa nilai variasi kekuatan (power variation value) di kabinet TI? Apa pengaruh angka tersebut seiring berkembangnya pusat data?

Pendekatan yang lebih baik untuk menentukan kerapatan mengasumsikan bahwa daya TI bervariasi antara kabinet dan waktu, serta membahas masalah modularitas dan pertumbuhan

Menggunakan metode yang tepat untuk menentukan kerapatan merupakan hal penting. Kesalahan dapat mengakibatkan kinerja yang tak terduga jika angkanya terlalu rendah, dan meningkatnya biaya operasional jika angkanya terlalu tinggi.

Cobalah pendekatan yang baru

Apa solusinya? Pertama, pertimbangkan ini:

  • Unit ruang fisik pada spesifikasi kerapatan adalah kabinet TI, bukan area lantai.
  • Spesifikasi harus hierarkis dan modular sehingga memungkinkan kebutuhan kerapatan yang berbeda untuk setiap ruang dan zona.
  • Kabinet TI memiliki kebutuhan daya berbeda yang mungkin tidak didefinisikan dengan baik dan berbeda dari waktu ke waktu.

Sebagai ilustrasi, kita akan fokus pada ruang server 40 kW dengan single pod. Dalam kasus ini, tingkat spesifikasinya dalah ruangan, yang merupakan juga pod, dan berisi seperangkat kabinet TI. Anda bisa menentukan parameter kerapatan untuk ruang server ini dengan mengikuti prosedur ini:

  1. 1. Menentukan jumlah kabinet berdasarkan kebutuhan TI. Anda akan mengonversi nilai daya per unit, pendingin, dan ruang ke jumlah nilai.
  2. 2. Tentukan target desain daya rata-rata per kabinet berdasarkan spesifikasi vendor atau dengan memilih nilai rata-rata desain untuk penggunaan untuk menentukan ukuran bulk power dan sistem pendingin.
  3. 3. Tentukan puncak daya (peak power) dengan menentukan daya maksimum kabinet untuk menentukan ukuran distribusi daya dan kebutuhan sistem distribusi pendingin/penyejuk.
  1. 4. Perkirakan ketidakpastian daya dengan mempertimbangkan berbagai skenario penerapan TI atau dengan memilih nilai desain untuk penggunaannya. Ini penting untuk menentukan ruang yang dibutuhkan dan mencegah terbuangnya daya dan kapasitas pendingin.
  2. 5. Perkirakan rasio daya yang dikelola berdasarkan fungsi pengelolaan daya yang diharapkan dari beban TI, menentukan titik beban operasi untuk sistem daya dan pendingin untuk menentukan efisiensi dan penggunaan energi.
Prosedur ini berlaku untuk ruang server atau pusat data, baik untuk mengembangkan fasilitas yang sudah ada atau membangun fasilitas baru. Dengan mengisolasi dan mendokumentasikan kebutuhan ruang dan kerapatan, Anda bisa memastikan kinerja fasilitas dengan baik.
Anda akan menemukan contoh dan lembar kerja terperinci yang akan membimbing Anda untuk menjalankan prosedur ini pada Laporan Resmi #155, "Menghitung Kebutuhan Ruang dan Kerapatan Daya Pusat Data."
 
DEFINISI PARAMETER SPESIFIKASI DAN PENGGUNAANNYA DALAM DESAIN

1. Jumlah unit (#)
  • Jumlah kabinet dalam pod, jumlah pod dalam ruangan, atau jumlah ruangan dalam sebuah fasilitas.
  • Untuk mengonversi nilai daya, pendingin, dan ruang per unit menjadi nilai total
2 Desain target rata-rata daya per unit (kW)
  • Perkiraan rata-rata daya beban penuh per unit
  • Untuk menentukan ukuran bulk power dan sistem pendingin untuk tingkat (pod, ruangan, fasilitas)
3. Puncak daya per unit (kW)
  • Perkiraan daya maksimum untuk unit yang paling tinggi di fasilitas
  • Untuk menentukan ukuran distribusi daya dan kebutuhan sistem distribusi pendingin
4. Ketidakpastiaan daya unit (%)
  • Mengukur ketidakpastian daya dibandingkan dengan desain rata-rata target daya
  • Untuk menentukan ruang yang dibutuhkan untuk memastikan penerapan kerapatan yang rendah tidak akan membuang daya dan kapasitas pendingin
5. Rasio daya yang dikelola (%)
  • Faktor pengurangan daya (% dari rata-rata target desain) akibat fungsi pengelolaan daya pada peralatan TI
  • Untuk menentukan titik beban operasi sistem daya dan pendingin untuk menentukan efisiensi dan penggunaan energi

Untuk contoh dan lembar kerja, unduh White Paper #155
Pelajari lebih lanjut
Nos conseillers sont disponibles pour répondre à vos questions de 8h00 à 18h00 du lundi au vendredi toute l'année.