Indonesia (Bahasa)

Selamat datang di Situs Web Schneider Electric

Selamat datang di situs web kami.

Anda dapat memilih negara lain untuk melihat produk yang tersedia atau membuka situs web Global untuk informasi perusahaan.

Pilih negara atau wilayah lain

  • Bagaimana manajemen energi menciptakan nilai bagi operator hotel

Default Alternative Text
Bagaimana manajemen energi menciptakan nilai bagi operator hotel

Wisatawan mengharapkan layanan yang unggul, kamar yang bersih, serta fasilitas yang baik dari hotel, namun efisiensi energi jarang sekali masuk ke dalam daftar permintaan mereka. Pengelola hotel, di sisi yang lain, harus fokus pada memastikan kenyamanan menginap bagi tamu mereka dan di saat yang bersamaan mengelola dampak dari biaya energi pada keuntungan. 

“Mengingat bahwa tamu dan pekerja hotel tidak memiliki tanggung jawab langsung terhadap biaya energi hotel atau insentif apapun untuk menghemat energi, mencapai suatu keseimbangan yang ampuh antara tujuan bisnis, kebutuhan pelanggan dan sasaran efisiensi energi membutuhkan suatu energi untuk mengubah pengelolaan penginapan hotel menjadi pulangan investasi,” ujar Francois Carle, Direktur Global Hotel Solutions, Schneider Electric.

Kecenderungan penggunaan energi kamar tamu; Penggunaan energi kamar tamu berperan dalam 40 sampai 80% dari total penggunaan energi di industri perhotelan. Hotel menghabiskan sebanyak 30% dari biaya yang tidak perlu per kamar tiap tahun pada penggunaan energi kamar tamu untuk “kamar yang disewa namun kosong.” Sebagai contoh, tamu sering sekali tidak berada di kamar mereka kurang lebih 65% sehari, berdasarkan sebuah laporan Hotel Energy Solutions.

Tujuan bepergian juga mempengaruhi lamanya tamu menghabiskan waktu di kamar mereka. Wisatawan mungkin mengunjungi kamar mereka di sela-sela kegiatan, tapi seseorang yang dalam perjalanan dinas seringkali keluar untuk rapat sepanjang hari dan acara ramah-tamah di malam hari.

Jika tingkat kenyamanan kamar tidak disesuaikan selama jam-jam “keluar” ini, sejumlah besar energi akan terbuang percuma. Dengan menggunakan sistem pintar, pengelola hotel dapat menguraikan beberapa faktor seperti pola tingkah laku pada pengelolaan energi kamar tamu. Hasilnya dapat berupa sebuah solusi pengendalian kamar tamu yang efisien secara biaya dan cepat untuk dipasang, serta memberikan kenyamanan dan kemudahan untuk digunakan oleh para tamu hotel.

Gambar 1 Penghangat, pendingin udara, pemanas air, dan pencahayaan merupakan penyumbang terbesar dari biaya pengunaan energi fasilitas hotel.


Memaksimalkan keuntungan investasi dari sistem pengelolaan energi; Penyederhanaan pengelolaan energi dan pelacakan kehadiran memungkinkan pengelola hotel untuk lebih mengendalikan penggunaan energi. Dari sudut pandang keuntungan bisnis, pengurangan 10% dalam penggunaan energi memiliki dampak keuangan yang sama dengan meningkatkan tingkat rata-rata hunian kamar per hari. Pengendalian terpadu memungkinkan pengelola untuk mengatur pemanas, ventilasi dan pendingin udara, pencahayaan dan faktor-faktor lingkungan lain di kamar, berdasarkan apakah sebuah kamar digunakan atau tidak.

Gambar 2 Beberapa penggerak ROI dapat membantu pengelola hotel untuk memaksimalkan keuntungan efisiensi energi

Manajer hotel dengan sebuah pemahaman terhadap penggerak-penggerak berikut dapat membantu untuk memaksimalkan keuntungan efisiensi energi yang diturunkan dari perbaikan dan untuk memastikan jangka waktu keuntungan yang cepat.
• Biaya pemasangan: Sistem nirkabel dapat membantu meminimalkan biaya, menyederhanakan pemasangan tanpa mengganggu kegiatan harian, dan mencapai alokasi anggaran melalui penerapan bertahap.
Strategi manajemen: Sistem pengelolaan energi kamar tamu mengajak pengelola hotel untuk mengembangkan strategi berdasarkan data sungguhan. Misalnya, menyesuaikan suhu dalam kamar "yang sudah disewa namun belum ditempati" bisa berdampak positif pada kinerja operasional dan keuntungan.
Efisiensi ruangan individu: Hotel seringkali memiliki kamar-kamar yang berjalan lebih efisien dari yang lain, diakibatkan karena peralatan HVAC yang menua, arah terhadap sinar matahari, atau penyekatan yang buruk dan kebocoran panas. Dengan mengumpulkan statistik penggunaan energi, pengelola hotel dapat mengenali dan menyewakan kamar yang paling efisien terlebih dahulu untuk meningkatkan keuntungan.
Ukuran layak: Hotel yang lebih besar dengan kamar yang lebih banyak mungkin akan melihat pulangan investasi lebih cepat bila pengelola memutuskan untuk mengurangi atau mematikan penggunaan energi pada sekumpulan besar kamar kosong selama jangka waktu bisnis yang lebih lambat.
Lokasi
Iklim setempat dan perbedaan di biaya energi mempengaruhi penggunaan energi dan pulangan investasi dari sebuah sistem pengelolaan energi.
Demografik:
Demografik tamu dapat menjadi indikasi dari pola hunian dan panduan untuk mencapai pengaturan sistem energi maksimal. Dengan menakar pola-pola ini, pengelola hotel dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik dari penghematan energi yang mereka harapkan.
Insentif dan pengumpulan dana: Untuk mendorong pemilik properti untuk mengurangi jejak karbon mereka dan ketergantungan pada bahan bakar fosil, beberapa pemerintahan lokal, negara bagian dan federal memberikan program insentif dan paket pendanaan untuk pemasangan teknologi energi terbarukan dan efisien.

“Dengan memhamai faktor-faktor kunci yang menggerakkan pulang investasi, pengelola hotel dapat memastikan bahwa mereka akan mempunyai sebuah sistem pengelolaan kamar tamu yang mudah dan elegan yang memberikan kenyamanan pada tamu, memenuhi kebutuhan bisnis dan anggaran, dan membiayai dirinya sendiri dengan mengoptimalkan eifisiensi energi dan meningkatkan neraca keuangan,” ujar Carle.

Wawasan para ahli dari Schneider Electric dapat membantu operator hotel menjalankan sistem pengelolaan energi kamar tamu yang menghasilkan ROI. Untuk detail lebih lanjut, unduh "Kerangka Kerja untuk Mengonversi Pengaturan Energi Kamar Tamu Hotel Menjadi ROI"
Pelajari lebih lanjut
Nos conseillers sont disponibles pour répondre à vos questions de 8h00 à 18h00 du lundi au vendredi toute l'année.